Rabu, 26 Juli 2017

Tentang CISCO PACKET TRACER dari mulai pengertian, fungsi, dan kegunaanya


Pengertian
Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.


Fungsi
Fungsinya adalah untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan yang akan di terapkan pada dunia nyata/kerja, karena kalau kita merancang topologi jaringan komputer tanpa bantuan aplikasi seperti ini bisa  membutuhkan biaya yang mahal. Makanya cisco membuat aplikasi seprti ini agar orang dapat belajar tanpa membutuhkan biaya yang mahal.

Kegunaan
Packet Tracer biasanya digunakan siswa Cisco Networking Academy melalui sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA). Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software ini digunakan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan seabagai pengganti Cisco routers dan switches. 
 Untuk lebih jelasnya klik untuk  TUTORIAL RANCANG JARINGAN 5PC

Senin, 24 Juli 2017

Mencari NID (Network ID) dan BID (Broadcast ID)

1. NID (Network ID)

Network ID adalah bagian dari IP address yang menunjukkan di jaringan mana komputer tersebut beradaNetwork ID digunakan untuk menunjukkan host TCP/IP yang terletak pada jaringan yang sama. Semua host pada satu jaringan harus memiliki network ID yang sama.

IP Address : 150.150.27.15 /10010110.10010110.00011011.00001111
Netmask     : 255.255.255.240/11111111.11111111.11111111.11110000

Tentukan NID dengan cara IP Address AND Netmask!

10010110.10010110.00011011.00001111
11111111.11111111.11111111.11110000
----------------------------------------------------- AND
10010110.10010110.00011011.00000000 
 Jadi, nilai desimal dari 150.150.27.0

2. BID (Broadcast ID)

Broadcast adalah sebuah metode pengiriman data, dimana data dikirim ke banyak titik sekaligus, tanpa melakukan pengecekan apakah titik tersebut siap atau tidak, atau tanpa memperhatikan pakah data itu sampai atau tidak. Salah satunnya, contoh penggunaan sistem ini adalah siaran televisi dan radio.

IP Address : 150.150.27.15 /10010110.10010110.00011011.00001111
Netmask     : 255.255.255.240/11111111.11111111.11111111.11110000


Tentukan BID dengan cara IP Address OR (~)  Netmask!
~ Netmask adalah menjadikan angka biner 0 menjadi 1 dan angka biner 1 menjadi 0

Netmask          11111111.11111111.11111111.11110000, sehingga  menjadi 00000000.00000000.00000000.00001111

Jadi Broadcast ID

IP Address      10010110.10010110.00011011.00001111
~Netmask        00000000.00000000.00000000.00001111
———————————————————————- OR
Broadcast ID  10010110.10010110.00011011.00001111

Jadi nilai decimal Broadcast ID adalah 150.150.27.15




 

 





CARA KONVERSI IP ADDRESS KE BINER

Dasar agar bisa mengubah IP Address ke Biner adalah anada harus tahu cara konversi biner ke desimal dan juga sebaliknya.

Konversi Biner-IP Address
 
Mengubah bilangan biner ke desimal bisa dengan perpangkatan 2;

Table berikut adalah patokan untuk mengkonversikan decimal ke binary. Baris pertama adalah posisi bit yang dari kanan menuju ke kiri dimulai dari nilai 0 sampai 7. Posisi bit pertama dengan nilai 0 dan sampai posisi bit terakhir (posisi ke 8 ) dengan nilai 7. Sementara nilai bit hanya 1 atau 0 sebagai bilangan binary.

Misalkan pada posisi bit ke 4 dengan nilai bit 1 memppunyai harga decimal (2 pangkat 3) = 8, dengan rumusan:
2 pangkat (n – 1) dimana n adalah posisi bit
Pada posisi bit ke 8 dengan nilai bit 1 mempunyai harga decimal (2 pangkat 7) = 128 dst.

Table Konversi Biner ke Desimal

 
Posisi bit  =    8       7       6       5      4      3      2      1
Nilai bit    =    1       1       1       1      1      1      1      1
Desimal    =  128    64    32     16      8      4      2      1

 
Sebagai pedoman yang perlu kita hafalkan adalah angka 128 di sebelah kiri bawah table, posisi bit ke 8 dengan bit value 1 adalah 128 (2 pangkat 7). Untuk posisi bit ke 7 bagi saja dengan dua hasil tadi jadi (128 / 2) = 64, posisi bit ke 6 (64 / 2) = 32 dan seterusnya.

Dengan table ini akan sangat memudahkan kita untuk meng-konversikan nilai decimal ke binary. Misalkan saja untuk IP address dalam bentuk binary berikut:

10010110. 10010110. 00011011. 00001111

Posisi bit  =    8       7       6       5      4      3      2      1
Nilai bit    =    1       0       0       1      0      1      1      0
Desimal    =  128    64    32     16      8      4      2      1

Setelah itu jumlahkan nilai yang ada dibawah nilai bit berangka 1
128 + 16 + 4 + 2  = 150

karena biner yang kedua sama seperti yang kedua kita skip aja. Lalu kita berlanjut ke biner selanjutnya

Posisi bit  =    8       7       6       5      4      3      2      1
Nilai bit    =    0       0       0       1      1      0      1      1
Desimal    =  128    64    32     16      8      4      2      1
= 16+8+2+1= 27
 
Posisi bit  =    8       7       6       5      4      3      2      1
Nilai bit    =    0       0       0       0      1      1      1      1
Desimal    =  128    64    32     16      8      4      2      1
= 8+4+2+1 = 15

jadi, IP Address dari  10010110. 10010110. 00011011. 00001111= 150.150.27.15



Konversi IP Address-Biner
 
Mengubah bilangan biner ke desimal bisa dengan perpangkatan 2;
Sama seperti sebelumnya, kita menggunakan tabel seperti cara diatas namun yang berbeda disini adalah kita mengetahui IP Address dan mencari desimalnya.
Contohnya = 150.150.27.15

Untuk mencari binernya anda hanya perlu membuat tabel lagi lalu mengira-ngira angka diantara 8 angka tersebut yang ketika dijumlahkan maka akan menghasilkan angka yang sesuai dengan IP Yang anda cari.

128     64    32    16    8    4    2    1
Diantara angka diatas yang memungkinkan menjadi 150 adalah 128 + 16+ 4+ 2= 150
Jadi yang perlu anda lakukan adalah memberi nilai 1 pada desimal yang angkanya termasuk pada penjumlahan diatas. Sedangkan untuk angka yang tidak masuk dalam penjumlahan tersebut anda tinggal memberi nilai nol.

Posisi bit  =    8       7       6       5      4      3      2      1
Nilai bit    =    1       0       0       1      0      1      1      0
Desimal    =  128    64    32     16      8      4      2      1
Jadi 150 itu sama saja dengan 10010110 (Diambil dari Nilai Bit)

Kemudian kita berlanjut ke yang selanjutnya yakni 27= 16 +8 +2 +1

Lakukan seperti cara diatas  yang terakhir kita bahas

Posisi bit  =    8       7       6       5      4      3      2      1
Nilai bit    =    0       0       0       1      1      0      1      1
Desimal    =  128    64    32     16      8      4      2      1
Jadi 150 itu sama saja dengan 00011011 (Diambil dari Nilai Bit)

Lalu 15 = 8+ 4 + 2+ 1

Posisi bit  =    8       7       6       5      4      3      2      1
Nilai bit    =    0       0       0       0      1      1      1      1
Desimal    =  128    64    32     16      8      4      2      1
Jadi 150 itu sama saja dengan 00001111 (Diambil dari Nilai Bit)

Jadi, biner dari 150.150.27.15   adalah  10010110. 10010110. 00011011. 00001111














Pengertian dan Kelas IP Address


Agar dapat berkomunikasi dan bertukar data, antar komputer ini membutuhkan alamat sebagai identitas pengenal. Alamat itulah yang secara global disebut dengan IP Address.

Pengertian IP Address (Internet Protocol Address)

IP Address adalah alamat atau identitas numerik yang diberikan kepada sebuah perangkat komputer agar komputer tersebut dapat berkomunikasi dengan komputer lain.
Alamat atau Identitas tersebut berupa nomer yang terdiri dari 4 blok bilangan desimal yang nilainya terbatas dari angka 0 sampai 255. 

Bagaimana IP Address diberikan ?

Sebuah IP address sebenarnya tidak diberikan pada unit komputernya, melainkan kepada sebuah Interface Jaringan di dalam komputer itu.Dalam suatu Jaringan Komputer, IP Address harus unik alias tidak boleh sama persis dengan IP pada interface yang lain. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari adanya kesalahan pengiriman data.



Bentuk sebenarnya IP Address

Komputer sebenarnya hanya mengenal pengkodean on dan off (digital), oleh karenanya semua data yang dikirim dan terima adalah bilangan biner (hanya nol dan satu).
Sama seperti hal diatas, bentuk IP Address yang berupa bilangan desimal sebenarnya adalah bilangan biner yang diterjemahkan agar mudah di ingat manusia. pada setiap titik pemisah ip address adalah terdiri dari 8 bilangan biner sehingga totalnya menjadi 32 bit biner.
contoh penulisan ip address = 192.168.1.1
sebenarnya adalah = 11000000.10101000.00000001.00000001


Versi IP Address


Versi IP Address yang sedang kita bahas adalah IP Address versi 4.
Faktanya versi itulah yang paling banyak digunakan pada saat ini meskipun sebenarnya sudah ada yang lebih baru yaitu IPv6.
Perbedaannya keduanya adalah pada jumlah bit yang digunakan masing masing versi.



Pengertian Network dan Host

Sebuah IP address sebenarnya terbagi menjadi dua porsi yaitu porsi Network dan porsi Host. Network merupakan bagian IP address yang menunjukan alamat atau id sebuah jaringan. Sedangkan bagian Host adalah bagian yang menunjukkan alamat komputer didalam jaringan tadi.berkaitan dengan itu, ada beberapa aturan, antara lain :
- Semua alamat network tersebut harus sama jika kita ingin komputer-komputer itu bisa saling terkoneksi tanpa bantuan router
- Dalam sebuah network tidak boleh ada yang sama nilainya


Kelas IP Address

KELAS A , pada kelas A 8 bit pertama adalah network Id, dan 24 bit selanjutnya adalah

 host Id, kelas A meiliki network Id dari 0 sampai 127.
KELAS B , pada kelas B 16 bit pertama adalah network Id, dan 16 bit selanjutnya 
adalah host Id, kelas B memiliki network id dari 128 sampai 191.
KELAS C, pada kelas C 24 bit pertama adalah network Id, dan 8 bit selanjutnya 

adalah host Id, kelas C memiliki network id dari 192 sampai 223
KELAS D, IP kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu penggunaan aplikasi secara 

bersama-sama oleh beberapa komputer, dan IP yang bisa digunakan adalah 224.0.0.0 
– 239.255.255.255
KELAS E,  memiliki range dari 240.0.0.0 – 254.255.255.255, IP ini digunakan untuk 

eksperimen yang dipersiapkan untuk penggunaan IP address di masa yang akan datang.




Cara Setting IP Address

Sampai disini anda sudah mengetahui bentuk IP yang sebenarnya dan apa itu Subnet mask.
Sedangkan untuk menyeting IP anda membutuhkan beberapa kolom isian lagi yang harus 
dipahami, yaitu defaulit gateway dan dns.

Kolom Gateway bisa diisikan dengan alamat router. Router itu sendiri berfungsi untuk
menjebatani antara jaringan anda dengan jaringan yang lain seperti jaringan lokal anda 
dan jaringan internet. Maka agar komputer yang anda setting bisa terhubung ke internet 
harus di setting alamat IP Router pada default gateway. Modem yang diberikan oleh 
isp juga dianggap sebagai router, sehingga untuk terhubung ke internet kita tinggal
 mengisikan alamat modem pada gateway. Biasanya 192.168.1.1. Sedangkan DNS
adalah sebuah server yang berfungsi untuk menerjemahkan domain ke alamat IP. 
Misalnya ketika anda mengunjungi meretas.com sebenarnya anda mengakses ke alamat IP 
tertentu di internet. Selengkapnya tentang DNS

Untuk menyeting IP di sistem operasi windows anda bisa menuju ke Control Panel > 
Network and Internet > Network Connection > Local Area Connection lalu pilih IPv4 dan
isikan apa yang sudah anda pelajari pada artikel ini. Sedangkan untuk setting IP pada 
sistem operasi linux, karena sedikit panjang sepertinya membutuhkan artikel khusus yang
 akan saya publish dilain kesempatan.
  • LABEL
  • Jaringan
 



 
 

Black Sweet Girl Template by Ipietoon Cute Blog Design