Assalamualaikumwarrahmatullahiwabarakatuh...... Selamat Pagi dan Salam sejahtera.... Ya, ya, hari ini lagi-lagi blog ini akan diisi dengan pengetahuan dan materi-materi seputar komputer dan jaringan.... Sebelumnya saya sudah posting cara menghitung NID dan BID dan juga konversi IP Address ke Biner juga sebaliknya namun postingan kali ini sedikit berbeda karena kali ini saya akan posting tentang cara menghitung NID, BID, Range dengan CIDR. Selamat Membaca !!!!!
Sebelumnya, CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat
IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C,
kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. Biasanya terletah setelah garis miring( / )
Contoh IP Address = 192.168.7.27/27
1. NID (Network ID) dengan rumus IP Address AND Netmask
- IP Address= 192.168.7.27
IP Address dalam Biner = 11000000.10101000.00000111.00011011
- Netmask= 27
Netmask dalam biner= 11111111.11111111.11111111.11100000 (Jumlah satu sesuai dengan netmask nya).
Biner IP Address di-AND dengan Biner Netmask
11000000.10101000.00000111.00011011
11111111.11111111.11111111.11100000
------------------------------------------------------ AND
11000000.10101000.00000111.00000000 = 192.168.7.0 (dalam desimal)
2. BID (Broadcast ID) dengan rumus IP Address OR (~)Netmask
- IP Address= 192.168.7.27
IP Address dalam Biner = 11000000.10101000.00000111.00011011
- Netmask= 27
Netmask dalam biner= 11111111.11111111.11111111.11100000 (Jumlah satu sesuai dengan netmask nya).
Namun karena ada tanda '~' berarti reverse jadi,
~Netmask = 00000000.00000000.0000000.00011111
Biner IP Address OR ~Netmask
11000000.10101000.00000111.00011011
00000000.00000000.0000000.00011111
---------------------------------------------------- OR
11000000.10101000.00000111.00011111 = 192.168.7.31 (dalam desimal)
3. Range, dengan rumus IPNID+1 sampai IPBID - 1
IPNID+1 = 192.168.7.0 + 1 = 192.168.7.1
IPBID - 1 = 192.168.7.31 - 1 = 192.168.71. 30
Jadi Range-nya adalah 192.168.7.1 - 192.168.71. 30
Terimakasih.... Semoga Bermanfaat
Selasa, 01 Agustus 2017
Rabu, 26 Juli 2017
Tentang CISCO PACKET TRACER dari mulai pengertian, fungsi, dan kegunaanya
Pengertian
Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.
Fungsi
Fungsinya adalah untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan yang akan di terapkan pada dunia nyata/kerja, karena kalau kita merancang topologi jaringan komputer tanpa bantuan aplikasi seperti ini bisa membutuhkan biaya yang mahal. Makanya cisco membuat aplikasi seprti ini agar orang dapat belajar tanpa membutuhkan biaya yang mahal.
Kegunaan
Packet Tracer biasanya digunakan siswa Cisco Networking Academy melalui sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA). Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software ini digunakan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan seabagai pengganti Cisco routers dan switches.
Untuk lebih jelasnya klik untuk TUTORIAL RANCANG JARINGAN 5PC
Senin, 24 Juli 2017
Mencari NID (Network ID) dan BID (Broadcast ID)
1. NID (Network ID)
Network ID adalah bagian dari IP address yang menunjukkan di jaringan mana komputer tersebut beradaNetwork ID digunakan untuk menunjukkan host TCP/IP yang terletak pada jaringan yang sama. Semua host pada satu jaringan harus memiliki network ID yang sama.
IP Address : 150.150.27.15 /10010110.10010110.00011011.00001111
Netmask : 255.255.255.240/11111111.11111111.11111111.11110000
Tentukan NID dengan cara IP Address AND Netmask!
10010110.10010110.00011011.00001111
11111111.11111111.11111111.11110000
----------------------------------------------------- AND
10010110.10010110.00011011.00000000
Jadi, nilai desimal dari 150.150.27.0
2. BID (Broadcast ID)
Broadcast adalah sebuah metode pengiriman data, dimana data dikirim ke banyak titik sekaligus, tanpa melakukan pengecekan apakah titik tersebut siap atau tidak, atau tanpa memperhatikan pakah data itu sampai atau tidak. Salah satunnya, contoh penggunaan sistem ini adalah siaran televisi dan radio.
IP Address : 150.150.27.15 /10010110.10010110.00011011.00001111
Netmask : 255.255.255.240/11111111.11111111.11111111.11110000
Tentukan BID dengan cara IP Address OR (~) Netmask!
~ Netmask adalah menjadikan angka biner 0 menjadi 1 dan angka biner 1 menjadi 0
Netmask 11111111.11111111.11111111.11110000, sehingga menjadi 00000000.00000000.00000000.00001111
Jadi Broadcast ID
IP Address 10010110.10010110.00011011.00001111
~Netmask 00000000.00000000.00000000.00001111
———————————————————————- OR
Broadcast ID 10010110.10010110.00011011.00001111
Jadi nilai decimal Broadcast ID adalah 150.150.27.15
Network ID adalah bagian dari IP address yang menunjukkan di jaringan mana komputer tersebut beradaNetwork ID digunakan untuk menunjukkan host TCP/IP yang terletak pada jaringan yang sama. Semua host pada satu jaringan harus memiliki network ID yang sama.
IP Address : 150.150.27.15 /10010110.10010110.00011011.00001111
Netmask : 255.255.255.240/11111111.11111111.11111111.11110000
Tentukan NID dengan cara IP Address AND Netmask!
10010110.10010110.00011011.00001111
11111111.11111111.11111111.11110000
----------------------------------------------------- AND
10010110.10010110.00011011.00000000
Jadi, nilai desimal dari 150.150.27.0
2. BID (Broadcast ID)
Broadcast adalah sebuah metode pengiriman data, dimana data dikirim ke banyak titik sekaligus, tanpa melakukan pengecekan apakah titik tersebut siap atau tidak, atau tanpa memperhatikan pakah data itu sampai atau tidak. Salah satunnya, contoh penggunaan sistem ini adalah siaran televisi dan radio.
IP Address : 150.150.27.15 /10010110.10010110.00011011.00001111
Netmask : 255.255.255.240/11111111.11111111.11111111.11110000
Tentukan BID dengan cara IP Address OR (~) Netmask!
~ Netmask adalah menjadikan angka biner 0 menjadi 1 dan angka biner 1 menjadi 0
Netmask 11111111.11111111.11111111.11110000, sehingga menjadi 00000000.00000000.00000000.00001111
Jadi Broadcast ID
IP Address 10010110.10010110.00011011.00001111
~Netmask 00000000.00000000.00000000.00001111
———————————————————————- OR
Broadcast ID 10010110.10010110.00011011.00001111
Jadi nilai decimal Broadcast ID adalah 150.150.27.15
CARA KONVERSI IP ADDRESS KE BINER
Dasar agar bisa mengubah IP Address ke Biner adalah anada harus tahu cara konversi biner ke desimal dan juga sebaliknya.
Konversi Biner-IP Address
Mengubah bilangan biner ke desimal bisa dengan perpangkatan 2;
Table berikut adalah patokan untuk mengkonversikan decimal ke binary. Baris pertama adalah posisi bit yang dari kanan menuju ke kiri dimulai dari nilai 0 sampai 7. Posisi bit pertama dengan nilai 0 dan sampai posisi bit terakhir (posisi ke 8 ) dengan nilai 7. Sementara nilai bit hanya 1 atau 0 sebagai bilangan binary.
Misalkan pada posisi bit ke 4 dengan nilai bit 1 memppunyai harga decimal (2 pangkat 3) = 8, dengan rumusan:
2 pangkat (n – 1) dimana n adalah posisi bit
Pada posisi bit ke 8 dengan nilai bit 1 mempunyai harga decimal (2 pangkat 7) = 128 dst.
Posisi bit = 8 7 6 5 4 3 2 1
Nilai bit = 1 1 1 1 1 1 1 1
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
Sebagai pedoman yang perlu kita hafalkan adalah angka 128 di sebelah
kiri bawah table, posisi bit ke 8 dengan bit value 1 adalah 128 (2
pangkat 7). Untuk posisi bit ke 7 bagi saja dengan dua hasil tadi jadi
(128 / 2) = 64, posisi bit ke 6 (64 / 2) = 32 dan seterusnya.
Dengan table ini akan sangat memudahkan kita untuk meng-konversikan nilai decimal ke binary. Misalkan saja untuk IP address dalam bentuk binary berikut:
10010110. 10010110. 00011011. 00001111
Posisi bit = 8 7 6 5 4 3 2 1
Nilai bit = 1 0 0 1 0 1 1 0
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
Setelah itu jumlahkan nilai yang ada dibawah nilai bit berangka 1
128 + 16 + 4 + 2 = 150
karena biner yang kedua sama seperti yang kedua kita skip aja. Lalu kita berlanjut ke biner selanjutnya
Posisi bit = 8 7 6 5 4 3 2 1
Nilai bit = 0 0 0 1 1 0 1 1
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
= 16+8+2+1= 27
Posisi bit = 8 7 6 5 4 3 2 1
Nilai bit = 0 0 0 0 1 1 1 1
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
= 8+4+2+1 = 15
jadi, IP Address dari 10010110. 10010110. 00011011. 00001111= 150.150.27.15
Konversi IP Address-Biner
Mengubah bilangan biner ke desimal bisa dengan perpangkatan 2;
Sama seperti sebelumnya, kita menggunakan tabel seperti cara diatas namun yang berbeda disini adalah kita mengetahui IP Address dan mencari desimalnya.
Contohnya = 150.150.27.15
Untuk mencari binernya anda hanya perlu membuat tabel lagi lalu mengira-ngira angka diantara 8 angka tersebut yang ketika dijumlahkan maka akan menghasilkan angka yang sesuai dengan IP Yang anda cari.
128 64 32 16 8 4 2 1
Diantara angka diatas yang memungkinkan menjadi 150 adalah 128 + 16+ 4+ 2= 150
Jadi yang perlu anda lakukan adalah memberi nilai 1 pada desimal yang angkanya termasuk pada penjumlahan diatas. Sedangkan untuk angka yang tidak masuk dalam penjumlahan tersebut anda tinggal memberi nilai nol.
Posisi bit = 8 7 6 5 4 3 2 1
Nilai bit = 1 0 0 1 0 1 1 0
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
Jadi 150 itu sama saja dengan 10010110 (Diambil dari Nilai Bit)
Kemudian kita berlanjut ke yang selanjutnya yakni 27= 16 +8 +2 +1
Lakukan seperti cara diatas yang terakhir kita bahas
Posisi bit = 8 7 6 5 4 3 2 1
Nilai bit = 0 0 0 1 1 0 1 1
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
Jadi 150 itu sama saja dengan 00011011 (Diambil dari Nilai Bit)
Lalu 15 = 8+ 4 + 2+ 1
Posisi bit = 8 7 6 5 4 3 2 1
Nilai bit = 0 0 0 0 1 1 1 1
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
Jadi 150 itu sama saja dengan 00001111 (Diambil dari Nilai Bit)
Jadi, biner dari 150.150.27.15 adalah 10010110. 10010110. 00011011. 00001111
Konversi Biner-IP Address
Mengubah bilangan biner ke desimal bisa dengan perpangkatan 2;
Table berikut adalah patokan untuk mengkonversikan decimal ke binary. Baris pertama adalah posisi bit yang dari kanan menuju ke kiri dimulai dari nilai 0 sampai 7. Posisi bit pertama dengan nilai 0 dan sampai posisi bit terakhir (posisi ke 8 ) dengan nilai 7. Sementara nilai bit hanya 1 atau 0 sebagai bilangan binary.
Misalkan pada posisi bit ke 4 dengan nilai bit 1 memppunyai harga decimal (2 pangkat 3) = 8, dengan rumusan:
2 pangkat (n – 1) dimana n adalah posisi bit
Pada posisi bit ke 8 dengan nilai bit 1 mempunyai harga decimal (2 pangkat 7) = 128 dst.
Table Konversi Biner ke Desimal
Nilai bit = 1 1 1 1 1 1 1 1
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
Dengan table ini akan sangat memudahkan kita untuk meng-konversikan nilai decimal ke binary. Misalkan saja untuk IP address dalam bentuk binary berikut:
10010110. 10010110. 00011011. 00001111
Posisi bit = 8 7 6 5 4 3 2 1
Nilai bit = 1 0 0 1 0 1 1 0
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
Setelah itu jumlahkan nilai yang ada dibawah nilai bit berangka 1
128 + 16 + 4 + 2 = 150
karena biner yang kedua sama seperti yang kedua kita skip aja. Lalu kita berlanjut ke biner selanjutnya
Posisi bit = 8 7 6 5 4 3 2 1
Nilai bit = 0 0 0 1 1 0 1 1
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
= 16+8+2+1= 27
Posisi bit = 8 7 6 5 4 3 2 1
Nilai bit = 0 0 0 0 1 1 1 1
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
= 8+4+2+1 = 15
jadi, IP Address dari 10010110. 10010110. 00011011. 00001111= 150.150.27.15
Konversi IP Address-Biner
Mengubah bilangan biner ke desimal bisa dengan perpangkatan 2;
Sama seperti sebelumnya, kita menggunakan tabel seperti cara diatas namun yang berbeda disini adalah kita mengetahui IP Address dan mencari desimalnya.
Contohnya = 150.150.27.15
Untuk mencari binernya anda hanya perlu membuat tabel lagi lalu mengira-ngira angka diantara 8 angka tersebut yang ketika dijumlahkan maka akan menghasilkan angka yang sesuai dengan IP Yang anda cari.
128 64 32 16 8 4 2 1
Diantara angka diatas yang memungkinkan menjadi 150 adalah 128 + 16+ 4+ 2= 150
Jadi yang perlu anda lakukan adalah memberi nilai 1 pada desimal yang angkanya termasuk pada penjumlahan diatas. Sedangkan untuk angka yang tidak masuk dalam penjumlahan tersebut anda tinggal memberi nilai nol.
Posisi bit = 8 7 6 5 4 3 2 1
Nilai bit = 1 0 0 1 0 1 1 0
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
Jadi 150 itu sama saja dengan 10010110 (Diambil dari Nilai Bit)
Kemudian kita berlanjut ke yang selanjutnya yakni 27= 16 +8 +2 +1
Lakukan seperti cara diatas yang terakhir kita bahas
Posisi bit = 8 7 6 5 4 3 2 1
Nilai bit = 0 0 0 1 1 0 1 1
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
Jadi 150 itu sama saja dengan 00011011 (Diambil dari Nilai Bit)
Lalu 15 = 8+ 4 + 2+ 1
Posisi bit = 8 7 6 5 4 3 2 1
Nilai bit = 0 0 0 0 1 1 1 1
Desimal = 128 64 32 16 8 4 2 1
Jadi 150 itu sama saja dengan 00001111 (Diambil dari Nilai Bit)
Jadi, biner dari 150.150.27.15 adalah 10010110. 10010110. 00011011. 00001111
Pengertian dan Kelas IP Address
Agar dapat berkomunikasi dan bertukar data, antar komputer ini membutuhkan
alamat sebagai identitas pengenal. Alamat itulah yang secara global
disebut dengan IP Address.
Pengertian IP Address (Internet Protocol Address)
IP Address adalah alamat atau identitas numerik yang diberikan
kepada sebuah perangkat komputer agar komputer tersebut dapat berkomunikasi
dengan komputer lain.
Alamat atau Identitas tersebut berupa nomer yang terdiri dari 4 blok
bilangan desimal yang nilainya terbatas dari angka 0 sampai 255.
Bagaimana IP Address diberikan ?
Sebuah IP address sebenarnya tidak diberikan pada unit komputernya,
melainkan kepada sebuah Interface Jaringan di dalam komputer itu.Dalam suatu Jaringan Komputer, IP Address harus unik alias tidak boleh sama
persis dengan IP pada interface yang lain. Hal itu dimaksudkan untuk
menghindari adanya kesalahan pengiriman data.
Bentuk sebenarnya IP Address
Komputer sebenarnya hanya mengenal pengkodean on dan
off (digital), oleh karenanya semua data yang dikirim dan terima
adalah bilangan biner (hanya nol dan satu).
Sama seperti hal diatas, bentuk IP Address yang berupa bilangan desimal
sebenarnya adalah bilangan biner yang diterjemahkan agar mudah di ingat
manusia. pada setiap titik pemisah ip address adalah terdiri dari 8 bilangan
biner sehingga totalnya menjadi 32 bit biner.
contoh penulisan ip address = 192.168.1.1
sebenarnya adalah = 11000000.10101000.00000001.00000001
Versi IP Address
Versi IP Address yang sedang kita bahas adalah IP Address versi 4.
Faktanya versi itulah yang paling banyak digunakan pada saat ini
meskipun sebenarnya sudah ada yang lebih baru yaitu IPv6.
Perbedaannya keduanya adalah pada jumlah bit yang digunakan masing masing
versi.
Pengertian Network dan Host
Sebuah
IP address sebenarnya terbagi menjadi dua porsi yaitu porsi Network
dan porsi Host. Network merupakan bagian IP address yang menunjukan
alamat atau id sebuah jaringan. Sedangkan bagian Host adalah bagian yang
menunjukkan alamat komputer didalam jaringan tadi.berkaitan dengan itu, ada beberapa aturan, antara lain :
- Semua alamat network tersebut harus sama jika kita ingin komputer-komputer itu bisa saling terkoneksi tanpa bantuan router
- Dalam sebuah network tidak boleh ada yang sama nilainya
Kelas
IP Address
KELAS A , pada kelas A 8 bit pertama adalah network Id, dan 24 bit selanjutnya adalah
host Id, kelas A meiliki network Id dari 0 sampai 127.
KELAS A , pada kelas A 8 bit pertama adalah network Id, dan 24 bit selanjutnya adalah
host Id, kelas A meiliki network Id dari 0 sampai 127.
KELAS B , pada kelas B 16 bit pertama adalah network Id, dan 16 bit
selanjutnya
adalah host Id, kelas B memiliki network id dari 128 sampai 191.
KELAS C, pada kelas C 24 bit pertama adalah network Id, dan 8 bit selanjutnya
adalah host Id, kelas C memiliki network id dari 192 sampai 223
KELAS D, IP kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu penggunaan aplikasi secara
bersama-sama oleh beberapa komputer, dan IP yang bisa digunakan adalah 224.0.0.0
– 239.255.255.255
KELAS E, memiliki range dari 240.0.0.0 – 254.255.255.255, IP ini digunakan untuk
eksperimen yang dipersiapkan untuk penggunaan IP address di masa yang akan datang.
adalah host Id, kelas B memiliki network id dari 128 sampai 191.
KELAS C, pada kelas C 24 bit pertama adalah network Id, dan 8 bit selanjutnya
adalah host Id, kelas C memiliki network id dari 192 sampai 223
KELAS D, IP kelas D digunakan untuk multicasting, yaitu penggunaan aplikasi secara
bersama-sama oleh beberapa komputer, dan IP yang bisa digunakan adalah 224.0.0.0
– 239.255.255.255
KELAS E, memiliki range dari 240.0.0.0 – 254.255.255.255, IP ini digunakan untuk
eksperimen yang dipersiapkan untuk penggunaan IP address di masa yang akan datang.
Cara Setting IP Address
Sampai disini anda sudah mengetahui bentuk IP yang sebenarnya dan apa itu Subnet mask.Kolom Gateway bisa diisikan dengan alamat router. Router itu sendiri berfungsi untuk
Untuk menyeting IP di sistem operasi windows anda bisa menuju ke Control Panel >
- Jaringan
Langganan:
Postingan (Atom)
